Corona VS Hoax dan bagaimana Al Quran Menyikapinya???
Berita yang selalu beredar tentang corona pun berdatangan. Mulai dari anggapan corona akal-akalan, vaksin yang terbuat dari minyak babi sang binatang haram, hingga anjuran untuk selamatan. Sungguh sangat miris. Berita-berita membuat meringis. Entah dari mana sumber yang seakan tidak etis dengan kondisi yang di hadapi hingga membuat semakin tragis.
Ketahuilah! Corona ini benar-benar ada, bukan hanya bualan belaka. Namun, memang memang karena yang seakan tiada akhirnya, membuat masyakat tak percaya. Jadi alangkah lebih baik, jika pemerintah memberikan berita dan mengabarkan yang baik-baik saja. Agar imun masyarat tetap terjaga, berita kematian pun seharusnya tidak perlu memakai yang membuat hawatir, agar masyarat tidak menjadi minggir. Kalau meninggalnya penyakit normal, keluar pun hasrus normal. Perhatikan juga akibat pemikiran masyakat awam, yang kini sudah tidak percaya pada pihak kesehatan. Tolong ini diperhatikan. Masyarakat pun harus patuh, pada protokol kesehatan, agar semua bisa aman dan corona busa segara di bubarkan.
Berita lain pun muncul dari vaksin, yang menganggap vaksin dari minyak babi. Ini tidak bisa di benarkan. Karena apa?? Hal apa pun, yang akan di konsumsi di negara ini, melewati tes kesehatan dan sudah teruji tes kehalalan. Jadi untuk apa diragukan?? Tidak mungkin pemerintah ini sembarangan.
Ada pula baru-baru ini beredar kabar, bahwa harus selamatan serabi dan lain sebagainya. Tapi ini tidak bisa di benarkan, karena sumbernya tidak jelas dan masih di pertanyakan. Sampai kemarin ada berita pula yang menggemparkan, bahwa harus menyembelih sapi jantan, kambing jantan atau ayam jantan. Hal ini katanya dinisbahkan pada firman Allah dalam Al Qur’an. Hari ini saya mencoba mengecek kebenaran terhadap surah yang disebutkan. Ternyata bukan sapi jantan yang diperintahkan akan tetapi sapi betinalah yang diperintahkan. Hal ini sudah tercantum pada surah Al Baqarah ayat 67-71. Jika memang benar ini dinisbahkan pada kisah Musa as. Jikalau ayat ini di peruntukkan untuk selamatan penyakit yang kini menakutkan, rasanya kurang pas untuk dijadikan nisbahan. Akan tetapi, juga tidak salah karena ayat sebelumnya menyatakan, bahwa sembelihan dilakukan karena menebus dosa dan kutukan pada umat musa as. Akan tetapi, jika dilihat dari konteks lain, bulan ini adalah bulan Idul Qurban. Jadi bisa di pantikan anjuran tersebut adalah untuk Idul Qurban
Jadi, kita sebagai umat yang berima harua percaya pada minion yang diciptakan Allah dan jangan lupa tetap patuh pada prokes 😊

Comments
Post a Comment